"Sembuh dari Diabetes dengan Diet Rendah Karbohidrat"


Dr Jay Wortman adalah seorang dokter dengan pengalaman praktik yang panjang. Meskipun memiliki risiko diabetes yang tinggi karena berat badan yang tidak terjaga dan riwayat keluarga dari sisi ibu yang banyak terkena diabetes, dia hampir tak percaya ketika dia benar-benar mengalami gejala-gejala awal diabetes tipe 2. Penyakitnya telah berkembang cukup lama ketika dia merasakan badan cepat lelah, pandangan matanya semakin kabur, sering merasa haus dan sering ke kamar mandi untuk buang air kecil terutama di malam hari. Ketika tes gula darah yang diambilnya menunjukkan dia memiliki diabetes, dia terkejut. Usianya saat itu 52 tahun dan anaknya masih berusia 2 tahun. Dia khawatir tidak akan hidup cukup lama untuk menemani putranya tumbuh hingga dewasa. Dia tahu persis bahwa penderita diabetes memiliki usia harapan hidup yang lebih pendek, berisiko tinggi komplikasi dan mengembangkan penyakit kardiovaskuler.



Dia berusaha melawan penyakitnya dengan berhenti mengkonsumsi karbohidrat sembari melakukan studi mengenai obat yang tepat untuk diambil. Makanan yang mengandung pati (starch), pasta, kentang, gula dan apa pun yang manis termasuk buah-buahan dihindarinya. Dia tidak pernah menasehati pasien-pasiennya mengenai diet rendah karbohidrat, tapi dia menjalaninya. Beberapa saat setelah menjalani diet tersebut, gula darahnya menjadi normal dan semua gejala yang dialaminya menghilang. Energinya pun bertambah.

Dia takjub dengan kemanjuran diet tersebut. Pendidikan kedokterannya tidak pernah mengajari hal itu. Dia belajar sendiri dari berbagai sumber di tahun 2002 itu, yang antara lain membawanya untuk mengontak beberapa dokter lain yang mempelajari diet untuk pengobatan diabetes. Istrinya menceritakan sebuah buku karangan dr Atkins yang mengajarkan diet rendah karbohidrat yang juga dikenal sebagai “the atkins diet”. Diet itu memang tidak spesifik untuk mengatasi diabetes, tetapi untuk menurunkan berat badan dan kesehatan umum. Apa yang diajarkan dalam atkins diet ternyata sama dengan yang dijalaninya, sehingga membuatnya semakin yakin untuk meneruskan diet tersebut.

Karena diet rendah karbohidratnya terdiri dari makanan yang tinggi lemak, baik lemak ikan maupun daging, dia khawatir bahwa kolesterol (lipid) darahnya tinggi. Ternyata hasil tes lipid menunjukkan kolesterol darahnya normal. Kini setelah menjalani diet tersebut selama 11 tahun lebih, dia bebas dari diabetes tanpa pernah memerlukan obat. Gula darah puasanya berkisar pada angka 5.3-5.7, yang menunjukkan adanya sisa resistensi insulin namun masih dalam batas normal. Berat badannya pun telah kembali dalam kisaran yang sehat. Dia mengatakan bahwa menjalani diet semacam itu ternyata bukan hal yang mustahil dalam jangka panjang. Justru semakin lama menjalaninya, semakin mudah kita mempertahankannya.

Penyakit diabetes yang pernah dialaminya mengubah jalur karirnya. Dia menjadi terlibat dalam beberapa penelitian besar mengenai diabetes. Salah satu penelitian yang dia ikuti mempelajari populasi di pantai barat Kanada yang memiliki prevalensi diabetes tinggi. Makanan tradisional mereka sebenarnya dulu sangat mirip dengan dietnya, yang didominasi makanan laut (sea food), mamalia darat, serta buah dan sayur dari alam liar seperti cauliflower, berries, dll. Kenaikan prevalensi diabetes berjalan seiring dengan perubahan pola diet yang menjadi didominasi oleh makanan olahan kaya pati (starchy refined foods), chips dan gula yang membuat banyak dari mereka menjadi kegemukan.

Dengan kembali ke diet tradisional mereka, mereka bisa kembali menjadi populasi yang bebas diabetes. Dr Jay menceritakan mengenai seorang pria berusia 70-an penderita diabetes yang kurang aktif dan sehari-hari hanya menonton TV. Dengan mengubah dietnya dia kembali memiliki energi yang besar, menjadi sehat dan aktif menjalani profesinya sebagai tukang kayu.

Banyak orang yang tidak percaya dengan diet rendah karbohidrat untuk mengatasi diabetes. Dalam ceramah-ceramahnya di American Diabetes Association dan Canadian Diabetes Association, banyak yang percaya bahwa diet semacam itu sulit untuk dipertahankan dalam waktu lama. Banyak orang yang didanai oleh industri obat dan solusi semacam itu tidak bagus untuk bisnis mereka karena membuat orang terlepas dari obat. Tidak ada yang dapat menjadi kaya dengan mempatenkannya. Pemerintah juga tidak berupaya mempromosikannya karena hal seperti itu diserahkan sepenuhnya kepada dunia ilmiah. Andalah yang harus lebih aktif untuk mencari pengetahuan tentangnya, yang banyak tersedia secara bebas di mana-mana.

Source : http://majalahkesehatan.com/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Kisah 3 Orang Tukang Bangunan"

"Sudah Berusaha Tapi Kok Susah Suksesnya? Mungkin Ini Penyebabnya"

"6 Rasa Sakit yang Lebih Menyakitkan dari Melahirkan!"