Pos

Menampilkan postingan dari Februari, 2009
Gambar
REVOLUSI DIGITAL (KISAH 02)
Pembuktian Watson Junior

Visi yang membuat IBM mampu bertahan

Oleh Andrianto Soekarnen
Setelah Perang Dunia II, Amerika Serikat boleh dikata menjelma menjadi negara administrasi. Tenaga kerja pertanian berbondong diboyong ke kota-kota besar. Ruang-ruang kantor diisi deretan meja dan tabulator (mesin hitung mekanik). Para pegawai disibukan pekerjaan administrasi seperti menghitung gaji dan tagihan.

Waktu itu, data identik dengan punch card atau kartu penyimpan data hasil olahan tabulator. Dalam masa pertumbuhan ekonomi yang demikian cepat, perusahaan asuransi, penerbit majalah, dan periset pasar menyusun daftar pelanggan di seluruh negeri dan menghasilkan lautan punch card.

Waktu itu, berkat pemahamannya akan bisnis mesin perkantoran dan [terutama] keahlian pemasarannya, International Business Machines (IBM) berhasil memonopoli pasar tabulator. Thomas Watson Sr., presiden direkturnya, menjadi eksekutif AS tersukses dan dijuluki Raja Punch Card.

Di perusahaan…

REVOLUSI DIGITAL-1

Gambar
REVOLUSI DIGITAL (KISAH 01)
Asal Mula: Kemalangan Atanasoff

Revolusi digital diawali sebuah pembajakan

Oleh Andrianto Soekarnen
Di musim dingin 1937, John Vincent Atanasoff, 34 tahun, mengendarai mobil Ford Eight barunya kencang-kencang. Ia pergi berkeliling sesudah makan malam. Sambil mengemudi, pikiran dosen muda di Departemen Fisika Iowa State University itu terus dipenuhi sebuah obsesi, yakni membuat kalkulator yang lebih baik daripada yang telah ada sebelumnya. Ia lalu berhenti di sebuah kedai, tetap dengan lamunannya.

Sambil minum, ia mencorat-coret apa-apa yang ada dalam benaknya pada selembar tisu. Ditemani derak benturan bola biliar, tangan Atanasoff tanpa sadar mengguratkan revolusi yang akan mengubah dunia. Catatan tersebut akan menjadi kalkulator elektronik pertama, sebuah mesin yang secara langsung memelopori penciptaan komputer. Inilah permulaan peralihan dari era mekanik ke digital.

Lamunan Atanasoff tentu bukan tanpa sebab. Pada sore hari itu, permintannya untuk memodi…