Rabu, 01 Juli 2015

"Merokok Menyebabkan Penuaan Dini"


Merokok membuat Anda tua sebelum waktunya. Mau bukti? Sebuah tim dokter dan peneliti dari Case Western Reserve University di Cleveland baru-baru ini menyampaikan buktinya yang gamblang, yaitu dengan membandingkan pasangan kembar identik. Untuk keperluan tersebut, tim yang dipimpin oleh Dr Bahman Guyuron dari University Hospital di Cleveland menghadiri Festival Hari Kembar di Twinsburg, Ohio. Di sana mereka merekrut 79 pasangan kembar di mana salah satu kembar merokok sedangkan yang lainnya tidak merokok atau setidaknya merokok 5 tahun lebih singkat daripada kembarannya. Perbedaan rata-rata dalam riwayat merokok di antara pasangan kembar yang sama-sama merokok adalah 13 tahun. Dari 79 pasangan, 57 pasangan adalah perempuan dan usia rata-rata semua pasangan adalah 48.



Fotografer profesional kemudian memotret setiap pasangan secara close-up. Sebuah panel juri yang terdiri dari para ahli bedah kosmetik diminta untuk mengevaluasi foto wajah dan membuat skor untuk derajat tanda-tanda penuaan mereka. Para juri menganalisis tanda-tanda penuaan tanpa mengetahui riwayat merokok masing-masing orang. Mereka menganalisis setiap kerutan dan fitur wajah lain yang terpengaruh oleh penuaan seperti kantong di bawah mata, pipi yang menggantung, dan perubahan warna kulit di bibir dan kelopak mata. Setiap jenis keriput dan fitur yang berkaitan dengan penuaan diberi skor untuk derajatnya. Hasilnya menunjukkan bahwa para kembar yang merokok atau merokok lebih lama daripada saudaranya mendapatkan skor yang signifikan lebih buruk dari para juri. Para perokok menunjukkan kelopak mata atas yang lebih kendur dan kelopak mata bawah lebih berkantung. Mereka juga memiliki skor yang lebih buruk untuk keriput wajah, kerutan di bibir atas dan bawah, dan kulit menggantung di pipi, dan garis-garis penuaan lebih jelas di dahi dan di antara hidung dan mulut (lipatan nasolabial).

Perbedaan tanda-tanda penuaan oleh merokok terutama terlihat pada bagian tengah dan sepertiga bawah wajah. Para peneliti berhipotesis bahwa penuaan di bagian bagian atas wajah mungkin lebih disebabkan oleh perubahan dalam aktivitas otot wajah daripada dampak merokok pada kulit. Studi ini dapat memberikan petunjuk tentang bagaimana merokok menyebabkan penuaan pada tingkat sel, sebagaimana terlihat dampaknya pada fitur wajah.

Perlu diketahui bahwa selain merokok, faktor lain juga dapat berperan dalam mempercepat proses penuaan seperti konsumsi alkohol, paparan sinar UV, dan lainnya. Pada pasangan kembar yang diteliti, perbedaan dalam faktor-faktor lain tersebut dapat diabaikan.

—————–
Sumber: Facial Changes Caused by Smoking: A Comparison between Smoking and Nonsmoking Identical Twins – Okada, Haruko C. M.D.; Alleyne, Brendan B.S.; Varghai, Kaveh; Kinder, Kimberly M.D.; Guyuron, Bahman M.D.)

"The Pyramid Maze"


"Suka yang Manis-Manis? Awas Terkena Gagal Jantung"


Makan terlalu banyak gula dapat mengantarkan Anda ke gagal jantung, sebuah studi baru memperingatkan. Para peneliti di University of Texas Health Science Center di Houston (UTHealth), telah menemukan bahwa mengonsumsi terlalu banyak gula dapat meningkatkan risiko gagal jantung.  Penelitian tersebut, yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association, mengatakan bahwa molekul metabolit glukosa tunggal yaitu glucose 6-phosphate (G6P) dapat menyebabkan stres pada jantung yang mengubah protein otot dan memperlemah fungsi pompa sehingga menyebabkan gagal jantung. G6P dapat menumpuk dari makan terlalu banyak pati dan / atau gula, kata para peneliti.



Menurut Centers for Disease Control, lebih dari 5 juta orang menderita gagal jantung di AS setiap tahun. Sekitar setengah dari mereka yang didiagnosis dengan kondisi itu meninggal dalam waktu satu tahun setelah diagnosis dan lebih dari setengah juta kasus gagal jantung baru di negara itu setiap tahun.

Para peneliti melaporkan pada Konferensi Tahunan ke-50 American Heart Association mengenai Epidemiologi dan Pencegahan Penyakit Jantung, bahwa peningkatan konsumsi gula telah menyebabkan kenaikan penderita diabetes dan penyakit jantung dalam dekade terakhir.  Dalam penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh para peneliti di Emory University School of Medicine dan US Centers for Disease Control and Prevention (CDC),  orang- orang yang mengonsumsi  makanan dan minuman olahan bergula tambahan diketahui cenderung berisiko penyakit jantung lebih tinggi.

Tim peneliti, yang dipimpin oleh Taegtmeyer, pertama kali melakukan uji praklinis pada hewan dan kemudian menguji jaringan yang diambil dari pasien-pasien yang sebagian otot jantung mereka diambil untuk memungkinkan penempatan alat bantu ventrikel kiri jantung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa G6P dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan terhadap jantung. Taegtmeyer mengatakan bahwa ketika orang memiliki tekanan darah tinggi, atau penyakit lain, jantungnya sudah stres, sehingga ketika memiliki kelebihan glukosa maka kondisinya semakin memburuk dan dapat membahayakan.

Mengonsumsi terlalu banyak gula dapat menyebabkan sejumlah masalah kardiovaskular. Heinrich Taegtmeyer, MD, D. Phil, peneliti utama dan profesor kardiologi di Fakultas Kedokteran UTHealth berkata: “Pengobatannya sulit. Dokter dapat memberikan diuretik untuk mengontrol cairan, dan beta-blockers dan ACE inhibitors untuk menurunkan stres pada jantung dan memungkinkannya untuk memompa lebih ekonomis. Tapi kita masih memiliki statistik yang mengerikan dan tidak ada pengobatan baru dalam 20 tahun terakhir. ”

Obat-obatan seperti rapamycin (immunosuppressant) dan metformin (obat diabetes) dapat memblokir sinyal dari G6P dan meningkatkan kekuatan jantung. Taegtmeyer menambahkan: “Obat-obatan ini memiliki potensi untuk pengobatan dan kini telah membuka jalan untuk studi lebih lanjut pada pasien.”

Apakah sebenarnya Gula?
Gula adalah karbohidrat sederhana yang termasuk dalam kelas zat kimia berasa manis. Tiga jenis utama gula sukrosa, laktosa, dan fruktosa. Meskipun sel-sel tubuh kita membutuhkan gula (glukosa) untuk bertahan hidup, mengonsumsi terlalu banyak dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan. Gula tambahan tidak mengandung nutrisi bermanfaat dan justru berkontribusi terhadap kerusakan gigi, diabetes, dan obesitas.

Menyadari kandungan gula dari makanan dan minuman yang kita konsumsi sangat penting untuk kesehatan kita. Para ahli gizi sangat menganjurkan mengkonsumsi tidak lebih dari 13 sendok teh sehari.

Source : http://majalahkesehatan.com/

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails