"Batuk Lama (Kronis) pada Anak"


Oleh: dr Sony Prabowo, Sp.

Batuk pada anak dapat disebabkan berbagai penyebab yang terdapat di sepanjang  saluran napas, mulai hidung sampai paru-paru.

Batuk kronis (berlangsung lama) pada anak didefinisikan sebagai batuk setiap hari yang berlangsung selama lebih dari 3 minggu. Bila terdapat batuk lebih dari 3 minggu, maka perlu berkonsultasi dengan dokter dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.



Penyebab

Sering terjadi :

Infeksi, antara lain disebabkan oleh : respiratory syncytial virus (RSV), adenovirus, Mycoplasma pneumoniae, chlamydial pneumonia, batuk rejan (pertussis) dan tuberculosis (TBC) paru.
Asma.
Postnasal drip syndrome, antara lain : Rhinitis dan Sinusitis
Faktor lingkungan : asap rokok, debu, gas yang berbahaya bagi tubuh.
Gastro-esophageal reflux.

Jarang terjadi :

Benda asing di saluran napas.
Cystic fibrosis.
Gangguan system kekebalan tubuh
Kelainan kongenital (sejak lahir), contoh : tracheo esophageal fistula, tracheomalacia.
Ciliary dyskinesia.
Batuk psikogenik, biasanya batuknya tampak tidak lazim, mirip seperti suara klakson, menurun bahkan hilang saat tidur atau sedang berkonsentrasi melakukan aktivitas tertentu.

Petunjuk terhadap penyebab tertentu dari batuk

Waktu Permulaan

Timbul sejak baru lahir – pertimbangkan kelainan kongenital, aspirasi (masuknya susu/cairan lain ke paru-paru), infeksi paru, Cystic Fibrosis.
Timbul tiba-tiba (akut) – pertimbangkan benda asing di saluran napas.

Penyakit Umum

Anak tampak sehat, tidak ada gejala lain – pertimbangkan batuk nonspesifik, bronchitis virus berulang, batuk psikogenik, batuk karena kebiasaan (batuk kering berulang yang hilang saat tidur).
Anak tampak sakit atau menderita radang paru berulang – pertimbangkan kemungkinan tuberculosis (TBC) paru, benda asing di saluran napas, Cystic Fibrosis, gangguan kekebalan tubuh, bronchitis menetap, aspirasi berulang.

Jenis batuk
Disertai wheezing (mengi) atau sesak napas – pertimbangkan asma, benda asing pada saluran napas, aspirasi paru berulang, penyakit jantung, penekanan pada saluran napas, tracheobronchomalacia, bronchiolitis (infeksi pada saluran napas kecil di paru-paru).
Disertai sesak napas dan restriksi paru :  interstitial lung disease.
Batuk terjadi tiba-tiba dan terus menerus diikuti dengan tarik napas yang panjang :  batuk rejan
Batuk kering, suara parau, seperti suara anjing menyalak atau klakson, terdengar tidak lazim : pertimbangkan iritasi/peradangan pada trachea atau glottis (saluran napas di daerah tenggorokan) atau penyebab psikogenik.
Batuk yang terdengar berdahak (anak-anak biasanya tidak dapat mengeluarkan dahak tetapi cenderung menelannya) – pertimbangkan bronchiectasis atau infeksi paru lainnya, eg cystic fibrosis.
Batuk membandel dan bertambah parah – perimbangkan benda asing di saluran napas, pengempisan pada lobus paru-paru, tuberculosis (TBC), tumor di paru-paru yang berkembang cepat.
Batuk berdarah – pertimbangkan pneumonia (infeksi paru-paru), abses paru (nanah di paru-paru), bronchiectasis, tuberculosis (TBC), hipertensi pulmoner.

Pencetus

Batuk yang dipicu saat olahraga / aktivitas fisik, gembira berlebihan, udara dingin, terjadi saat malam, perubahan lingkungan – pertimbangkan asma.
Batuk saat makan/minum/menelan : aspirasi berulang.
Batuk saat berbaring : postnasal drip (sinusitis, rhinitis), gastro-eesophageal reflux.
Batuk saat diperhatikan orang lain : psikogenik.
Batuk yang dipicu oleh obat golongan ACE inhibitor.

Tanda Bahaya
Bila batuk pada anak disertai dengan tanda-tanda berikut ini, maka harus segera berkonsultasi dengan dokter.

Batuk mulai sejak bayi baru lahir.
Mulai tiba-tiba dan berat.
Sesak napas
Batuk darah.
Batuk tiap saat minum/makan, sulit menelan, disertai muntah hebat.
Batuk berdahak yang lama.
Keringat dingin saat malam, berat badan turun, nafsu makan berkurang.
Batuk berkepanjangan dan semakin memburuk.
Riwayat keluarga dengan penyakit paru yang berat.

Penanganan
Disesuaikan dengan diagnosis penyakit secara spesifik. Sejauh mungkin pengobatan disesuaikan dengan penyebab penyakitnya.
Pada anak yang terlihat sehat dan tidak ada tanda bahaya seperti tersebut di atas, perlu ditunda pemeriksaan yang invasif.
Jauhkan kondisi lingkungan yang dapat menyebabkan batuk, misal : asap rokok, debu dsb
Obat untuk menekan batuk (golongan antitussive) sebaiknya dihindari diberikan pada anak-anak.

Tentang Penulis:
dr Sony Prabowo, Sp.A adalah staf medis pada Siloam Hospital, Bali. Lulusan fakultas kedokteran Universitas Brawijaya dan residensi pediatrik Davao Doctor Hospital, Davao, Filipina, ini juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial kesehatan untuk masyarakat miskin dan pencegahan aborsi ilegal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Kisah 3 Orang Tukang Bangunan"

"Sudah Berusaha Tapi Kok Susah Suksesnya? Mungkin Ini Penyebabnya"

"6 Rasa Sakit yang Lebih Menyakitkan dari Melahirkan!"