"6 Cara Mudah Terhindar dari Penyakit Jantung dan Stroke"


Sesuai data statistik Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, total angka kematian di Indonesia sekitar 21,1 persen disebabkan oleh stroke dan 19,1 persen disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Kedua penyakit tersebut menjadi penyebab kematian terbanyak di Indonesia dan lebih berbahayanya tidak memberikan gejala awal saat mulai menyerang tubuh.
Oleh karena itu, kita semua sudah seharusnya mengambil langkah-langkah awal agar terhindar dari dua penyakit berbahaya tersebut. Berikut ini 6 cara mudah agar terhindar dari penyakit jantung dan stroke :



1. Ketahui kadar Kolesterol

Ada dua jenis kolesterol yaitu low-density lipoprotein (LDL) atau Kolesterol jahat dan high-density lipoprotein (HDL) atau Kolesterol baik. LDL diseebut Kolesterol "jahat" karena dapat menyebabkan plak dan penyumbatan pembuluh arteri. Penyumbatan ini bisa mengakibatkan serangan jantung dan stroke.

Sedangkan HDL disebut kolesterol "baik" karena dapat membantu menghilangkan LDL dari pembuluh arteri, melindungi Anda dari risiko stroke dan serangan jantung.

Untuk mengetahui berapa kadar kolesterol Anda, Anda harus memeriksakan diri ke dokter atau laboratorium klinik terdekat. Kadar Kolesterol normal adalah berkisar dari 160-200 mg/dl. Artinya kolesterol jumlah total kadar LDL (Kolesterol jahat), HDL (Kolesterol baik), dan trigliserida kurang dari 200 mg/dl.

2. Memahami gejalanya

Gejala serangan jantung sering berbeda antara pria dan wanita.

Pada wanita : nyeri dada adalah gejala yang paling umum. Sebelum terjadi serangan, kadang rahang, leher, punggung dan lengan terasa sakit. Sakit perut seperti sakit maag juga umum terjadi.

Banyak wanita salah membedakan dua jenis penyakit ini (gejala serangan jantung dan sakit maag). Gejala lain yang mungkin timbul adalah kesulitan bernapas, kelelahan ekstrim, mual dan keringat dingin.

Pada pria : Gejala yang paling dominan adalah nyeri dada dan sesak yang ekstrim. Namun, sering juga pria mengalami jenis gejala yang umum dirasakan oleh wanita.

Di sisi lain, gejala stroke cenderung sama antara pria dan wanita, yaitu:

Merasa sangat kebingungan
Mengalami kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan
Kehilangan koordinasi dan keseimbangan, yang dapat membuat Anda sulit untuk berjalan
Sakit kepala intens tanpa sebab yang jelas
Gangguan penglihatan
Tubuh menjadi lemah atau mati rasa pada satu sisi tubuh. Hal ini dapat memengaruhi struktur dan kemampuan gerak wajah, kaki atau lengan Anda.

3. Anda mengetahui riwayat kesehatan keluarga

Warisan genetik merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap penyakit jantung. Karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mencari tahu apakah ada salah satu atau lebih anggota keluarga Anda yang memiliki penyakit gangguan kardiovaskular.

Beritahukan kepada dokter riwayat kesehatan keluarga yang Anda temui. Hal ini akan membantu dokter untuk mendapatkan gambaran penuh jika sesuatu terjadi pada Anda.

4. Terapkan pola makan sehat

Pola makan berperan sangat besar dalam menentukan kadar kolesterol dan kesehatan jantung Anda secara keseluruhan.

Perbanyak :

Lemak sehat: Orang-orang di kawasan Yunani terkenal dengan kesehatan jantungnya karena mereka menerapkan pola makan Mediterania. Inti dari pola makan Mediterania adalah mengganti konsumsi lemak jenuh dengan minyak nabati seperti biji rami, alpukat dan zaitun.

Asam lemak omega 3 : Nutrisi ini dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko pembekuan darah. Asam lemak Omega-3, banyak terdapat pada daging ikan.

Kacang-kacangan dan biji-bijian : Kedua makanan ini mengandung kalori tinggi. Namun, kacang-kacangan dan biji-bijian kaya akan lemak sehat. Kadar LDL-nya rendah dan tidak memengaruhi kadar HDL di dalam darah Anda.

Buah dan sayuran : Menambahkan lebih banyak buah dan sayuran ke dalam pola makan harian akan meningkatkan kadar antioksidan di dalam tubuh Anda. Antioksidah akan  membantu melindungi tubuh Anda dari kerusakan akibat radikal bebas.

Kurangi:

Lemak jenuh dan trans : Ini adalah jenis lemak yang akan meningkatkan risiko penyakit jantung, menyebabkan peningkatan berat badan dan meningkatkan kadar Kolesterol LDL Anda. Lemak jenuh dan trans banyak ditemukan di produk makanan yang digoreng, panggang, makanan kemasan/olahan, makanan cepat saji dan margarin.

Sodium: Terlalu banyak sodium dapat meningkatkan tekanan darah sehingga menyebabkan pembuluh darah dan jantung menjadi tegang.

Gula:  Saat Anda mengonsumsi terlalu banyak gula, insulin akan melonjak dengan drastis, menyebabkan makanan yang Anda makan dengan cepat diubah menjadi  lemak, khususnya lemak trigliserida, yang merupakan salah satu kontributor terbesar penyakit jantung.

Alkohol: Mereka yang minuman beralkohol dalam jumlah yang dianjurkan (maksimal satu gelas untuk wanita dan dua gelas untuk pria), memiliki risiko serangan jantung yang lebih kecil daripada mereka yang minum alkohol dalam jumlah yang banyak.

5. Olahraga

Berolahraga intensitas moderat, minimal 30 menit sehari akan meningkatkan tingkat HDL dan berkontribusi untuk kesehatan Anda secara keseluruhan.

Bagi mereka yang sudah dalam kondisi pra-penyakit jantung dan selama ini jarang melakukan olahraga, lakukan latihan intensitas rendah terlebih dulu, lalu perlahan tingkatkan intensitasnya ke level moderat.

6. Kurangi tingkat stres Anda

Stres, dalam jangka panjang, dapat meningkatkan tekanan darah dan akhirnya merusak arteri Anda. Temukan sesuatu yang membantu Anda untuk meredam stres, entah itu mandi air hangat atau sauna, traveling, menonton pertunjukan musik, membaca buku, dan lain sebagainya.

Source : http://www.jendelacito.info

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Kisah 3 Orang Tukang Bangunan"

"Sudah Berusaha Tapi Kok Susah Suksesnya? Mungkin Ini Penyebabnya"

"6 Rasa Sakit yang Lebih Menyakitkan dari Melahirkan!"