"Merawat Pilek Menahun"


Salah Satu penyakit pada saluran pernafasan yang sering di alami oleh banyak orang adalah gejala flu seperti batuk, pilek, dan demam. Kebanyakan gejala flu disebabkan oleh virus, sehingga secara alamiah  penyakit flu dapat sembuh sendiri dengan izin Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.  Akan tetapi ada sebagian orang yang mengalami gejala flu ini secara terus menerus, yang biasanya disebabkan oleh peradangan pada saluran hidung.  Pada dunia kesehatan dikenal dengan istilah rinitis, diantara gejalanya  seperti bersin, gatal,  hidung tersumbat, pilek dan keluarnya ingus. Rinitis yang terjadi dalam waktu singkat, biasanya disebabkan oleh  infeksi virus pada saluran pernafasan sedangkan rinitis yang terjadi dalam jangka waktu yang lama biasanya disebabkan karena alergi, penggunaan obat-obatan tertentu maupun penyebab lain yang tidak diketahui.



Sebaran Penyakit

Rinitis alergi dialami oleh sekitar 20 % dari segala usia, khususnya pada orang yang mempunyai riwayat keluarga dengan asma dan rinitis. Rinitis dapat dialami oleh anak-anak, remaja maupun orang dewasa yang berusia 30-40 tahun. Rinitis alergi disebabkan oleh  reaksi hidung terhadap partikel udara kecil yang disebut alergen yaitu zat pemicu reaksi alergi, yang dapat terjadi pada musim tertentu  maupun sepanjang tahun.

Penyebab Rinitis

Alergen yang paling sering menyebabkan rinitis alergi musiman seperti serbuk sari dari pohon, rumput, spora dari jamur sedangkan alergen yang paling sering menyebabkan rinitis alergi (tahunan) adalah tungau debu, kecoa, bulu binatang, dan jamur biasanya rinitis alergi cenderung lebih sulit untuk diobati.

Gejala Rinitis Alergi

Gejala  rinitis alergi bervariasi pada setiap orang, selain bersin, gatal, hidung tersumbat, gatal banyak penderita yang juga mengalami gangguan atau masalah pada organ mata seperti mata terasa gatal, mata merah, bengkak dan kebiruan pada kulit di bawah mata. Masalah pada tenggorokan seperti radang tenggorokan, suara serak, rasa gatal di tenggorokan atau di telinga sedangkan masalah terkait dengan gangguan tidur seperti bernafas melalui mulut, sering terbangun, kelelahan di siang hari, kesulitan melakukan pekerjaan.

Cara Mencegah Kambuhnya Rinitis

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencoba mengingat atau mencari penyebab terjadinya peradangan pada hidung, berupa alergen atau pemicu lainnya seperti  mengingat faktor-faktor yang mendahului gejala, memperhatikan waktu di mana gejala mulai, mengidentifikasi alergen potensial di rumah, lingkungan kerja, dan sekolah

Bagaimana Merawat dan Mengobati Rinitis Alergi?

Sebagaimana metode pencegahan diatas, makan cara paling efektif untuk merawat dan mengobati penyakit ini pengobatan rinitis  alergi adalah dengan mengurangi paparan alergen dan pemicu lainnya dengan mengkombinasi dengan terapi obat-obatan seperti irigasi hidung yaitu membilas hidung dengan  larutan  air garam (NaCl 0,9%) steril  yang dihangatkan, tindakan ini sangat bermanfaat untuk mengobati keluarnya ingus di bagian belakang tenggorokan, bersin, hidung kering, dan hidung mampet. Karena irigasi hidung dapat membantu mengeluarkan alergen dan iritan dari hidung, membersihkan lapisan hidung. Tindakan ini dapat dilakukan sesuai kebutuhan, sekali per hari, atau dua kali sehari jika gejalanya parah.

Metode pengobatan lainnya dapat menggunakan glukokortikoid Nasal (steroid) yang disemprotkan ke hidung merupakan pengobatan lini pertama untuk gejala rinitis alergi. Obat ini memiliki efek samping dan secara dramatis mengurangi gejala pada kebanyakan orang. Penelitian telah menunjukkan bahwa glukokortikoid hidung lebih efektif daripada antihistamin oral untuk meredakan gejala. Cara menggunakan semprotan hidung bekerja dengan baik ketika digunakan dengan benar. Setelah penyemprotan, hiruplah dengan lembut menariknya ke dalam bagian-bagian yang lebih tinggi dari hidung dan hindari menghirup terlalu keras.

Pengobatan lainnya yaitu dengan antihistamin untuk meringankan gatal, bersin, dan pilekakibat  rinitis alergi, tetapi mereka tidak meredakan gejala hidung tersumbat. Beberapa obat oral (diminum) yang dapat digunakan adalah klorfeniramin, diphenhydramine. Obat ini sering menyebabkan kantuk dan tidak boleh digunakan sebelum mengemudi atau mengoperasikan mesin.

Metode pengobatan yang terakhir adalah “imunoterapi alergen,” adalah suntikan yang diberikan untuk mengurangi kepekaan terhadap alergen. Suntikan alergi hanya tersedia untuk alergen umum, termasuk serbuk sari, kucing dan bulu anjing, tungau debu, dan jamur dan tidak digunakan untuk mengobati alergi terhadap makanan, lateks, atau obat-obatan. Proses imunoterapi mempengaruhi perubahan respon imun penderita rinitis untuk alergen dari waktu ke waktu, sehingga ketika terkena alergen menyebabkan gejala yang timbul lebih ringan dan bahkan dapat menghilangkan gejala sama sekali.

Demikian yang dapat penulis ringkasan dari berbagai sumber yang ada, semoga dapat bermanfaat bagi saudara kita yang mengalami penyakit rinitis alergi atau pilek menahun.

Penulis : Ns. Arif Rohman Mansur, M.Kep

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Kisah 3 Orang Tukang Bangunan"

"Sudah Berusaha Tapi Kok Susah Suksesnya? Mungkin Ini Penyebabnya"

"6 Rasa Sakit yang Lebih Menyakitkan dari Melahirkan!"