"Aromaterapi untuk Bayi"


Aromaterapi adalah terapi alternatif menggunakan minyak esensial wangi yang dirancang untuk memberikan manfaat fisik dan mental bagi orang dewasa dan anak-anak. Di Amerika Serikat, Perancis, Inggris,  dan negara maju lainnya aromaterapi telah lama menjadi bagian dari terapi medis.



Manfaat aromaterapi

Aroma adalah pintu gerbang ke jiwa kita. Penelitian di Amerika Serikat dan Eropa secara ilmiah menunjukkan bahwa bau/aroma memiliki pengaruh pada jiwa melebihi yang kita duga sebelumnya.  Ahli-ahli psikoterapi juga mulai menggunakan aroma untuk membangkitkan suasana hati, meningkatkan kinerja dan daya konsentrasi. Orang depresi dapat berubah menjadi bersemangat dan memiliki rasa percaya diri.

Minyak esensial alami (minyak atsiri) yang digunakan dalam aromaterapi diproses dari bunga, biji, kulit buah, kulit pohon, akar dan daun melalui penyulingan, ekstraksi atau pemerasan. Minyak tersebut biasanya mengandung asam organik di samping senyawa terpen, seskuiterpen, ester, alkohol, fenol, aldehida dan keton.

Minyak ensensial yang dipasarkan biasanya tidak murni, tapi dengan campuran (carrier) minyak nabati dan ditambahkan sejumlah zat seperti yodium dan vitamin E agar memiliki efek balancing. Minyak nabati yang digunakan sebagai campuran adalah minyak almond, jarak, kedelai, biji anggur dan bunga matahari.

Aromaterapi untuk bayi

Dalam perawatan bayi, aromaterapi digunakan untuk menenangkan bayi dan anak-anak agar tidak gelisah/rewel dan dapat tidur dengan nyenyak.

Minyak esensial yang berbeda memiliki sifat yang berbeda dan digunakan untuk alasan yang berbeda. Berikut adalah beberapa minyak esensial lembut yang sering digunakan untuk bayi:  geranium (graveolens pelargonium), lavender (lavandula angustifolia), mawar (rosa damascena), roman chamomile (Nobile chamaemelum), lemon, grapefruit, jeruk mandarin (aurantium sinensis).

Ada beberapa minyak atsiri yang tidak boleh dianjurkan untuk bayi, antara lain minyak atsiri tinggi menthone seperti peppermint (mentha piperita x) dan cornmint (mentha arvensis), hisop (hisop officinalis), basil (Ocimum basilicum),  dan juniper (juniperus communis).

Mintalah nasihat ahli aromaterapi untuk mendapatkan minyak yang sesuai dan aman bagi bayi Anda. Berhati-hatilah, karena aroma yang terlalu kuat justru dapat membuat bayi Anda sakit kepala dan mual. Bayi Anda juga dapat memiliki reaksi alergi terhadap minyak aromaterapi. Selalu lakukan pengujian terbatas terlebih dahulu sebelum Anda menerapkannya pada bayi Anda. Pada prinsipnya, jangan melakukan aromaterapi tanpa bimbingan ahli yang lebih kompeten. Usia bayi, pemakaian, jenis dan komposisi minyak aromaterapi sangat menentukan takaran yang tepat.

Beberapa contoh aromaterapi untuk bayi:

Gunakan lotion lavender ketika Anda memijat bayi Anda. Secara umum, minyak esensial yang diberikan melalui campuran lotion putih lebih baik daripada minyak nabati, yang tidak mudah diserap oleh kulit bayi dan mungkin terlalu licin.
Gunakan setetes kecil minyak lavender di pakaian bayi Anda, agar produk itu tidak kontak langsung dengan kulit halus bayi Anda.
Ganti sabun bayi Anda dengan sabun bercampuran lavender yang tersedia di pasar.
Gunakan pengharum ruangan dengan menaruh minyak lavender atau chamomile dalam alat penyebar aroma dan biarkan selama 15 menit agar menyebar di ruangan bayi.

Source : majalahkesehatan.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Kisah 3 Orang Tukang Bangunan"

"Sudah Berusaha Tapi Kok Susah Suksesnya? Mungkin Ini Penyebabnya"

"6 Rasa Sakit yang Lebih Menyakitkan dari Melahirkan!"