Kamis, 20 Agustus 2009

REVOLUSI DIGITAL (KISAH 10) Kelahiran World Wide Web

Penciptaan browser membuat internet booming

Oleh Andrianto Soekarnen
Salah satu lembaga dunia yang pertama-tama terhubung ke jaringan
internet adalah Conseil Europeen pour la Recherche Nucleaire (CERN),
badan penelitian nuklir Eropa yang bermarkas di Jenewa, Swiss.
Beranggotakan 9.000 fisikawan, badan tersebut menghadapi sebuah
masalah, yakni menemukan cara agar para ilmuwan bisa saling berbagi
catatan, naskah ilmiah, foto dan grafik. Solusi datang dari seorang
programer bernama Tim Berners-Lee.

Pada 1979, mahasiswa pascasarjana di CERN itu menulis sebuah program
primitif yang memungkinkan orang saling bertukar dokumen elektronik.
Tetapi, waktu itu, ia tak mampu menyelesaikannya dan upaya tersebut
dihentikan.

Pada 1990, Berners-Lee, yang kali ini berusia 35 tahun, berpikir ulang
dan menghidupkan kembali proyeknya. Kali ini ia bekerja dengan sebuah
mesin yang sangat canggih, komputer NeXT buatan Steve Jobs (pendiri
Apple). Kebetulan, komputer tersebut memiliki paduan perangkat keras
dan perangkat lunak yang tepat untuk menampilkan informasi secara
visual.

Selama beberapa bulan, Berners-Lee menulis ulang program komputernya
dan berhasil menciptakan browser, sejenis perangkat penjelajah
internet. Ia juga membuat beberapa halaman web yang bisa diakses. Ini
adalah versi pertama dari World Wide Web, nama yang dicetuskan sendiri
oleh Berners-Lee dan biasa disingkat WWW.

Apa yang diciptakan Berners-Lee adalah seperangkat kode--dinamai Hyper
Text Markup Language (HTML)--untuk mengatur tampilan pada halaman web.
Sementara itu, halaman tersebut bisa diakses melalui Hyper Text
Terminal Program (HTTP).

Tahun 1992, salah seorang mahasiswa di National Center for
Supercomputer Applications (NCSA) di University of Illinois melihat
beberapa literatur WWW dan tertarik mendalaminya. Ia mengambil
beberapa program yang disediakan secara gratis dan menunjukannya
kepada seorang teman bernama Marc Andreessen.

Segera tim NCSA membuat program serupa. Andreessen sebenarnya bukan
pemrogram jempolan. Tapi, ia pandai membujuk. Ia berhasil meyakinkan
hacker jagoan, Eric Bina, untuk bergabung. Lahirlah browser bernama
Mosaic. Apa yang dihasilkan Bina lebih canggih dibandingkan produk
Berners-Lee. Mosaic lebih sederhana dan logis sehingga mudah
digunakan, termasuk oleh orang awam.

Di awal 1994, koran New York Times menulis artikel tentang Mosaic.
Tulisan itu menarik minat Jim Clark, mantan pengajar di Stanford yang
menjadi pebisnis. Ia segera mengontak Andreessen yang saat itu telah
lulus dan bekerja di California.

Mereka mendirikan Mosaic Communications untuk membuat browser yang
lebih baik lagi. Tapi, University of Illinois keberatan karya kampus
dikomersialkan. Andreessen dan Clark mengubah nama perusahaan dan
produk mereka menjadi Nestcape.

Keputusan Nestcape untuk memberikan perangkat lunak secara gratis
membawa internet kepada publik yang semakin luas. Pada akhir 1994,
banyak orang mulai menggunakan browser. Tanpa dipicu penanaman modal,
halaman web bertumbuh di internet. Setiap minat diwakili. Setiap hobi
muncul. Karena mudah, semua orang bisa membuat halaman web.

Pada Agustus 1995, Nestcape melakukan penawaran saham publik. Orang
berlomba-lomba ingin menjadi bagian dari kisah sukses ini. Saham
Andreessen di perusahaan itu mendadak menjadi bernilai $100 juta.
Padahal, ia belum pernah menulis satu baris kode program pun sejak
bergabung di perusahaan itu.

Tetapi, kisah sukses itu segera dilibas Microsoft yang memunculkan
Internet Explorer (IE). Bill Gates sadar bahwa masa depan
perusahaannya bergantung pada kemampuan beradaptasi dengan internet,
babak terbaru dari revolusi digital. Langkah Gates menjual IE satu
paket dengan Windows memuat Nestcape mulai kehilangan pamor.

Nestcape--yang mendasarkan bisnisnya pada produk tunggal--berada di
ujung tanduk. Perusahaan yang ikut meluncurkan ledakan internet itu
malah tersesat sendiri. Ia tidak mempunyai sesuatu yang unik untuk
terus memimpin pasar. Akhirnya, program Nestcape dibuka kepada publik,
menjadi open-source. Kini, ia hadir kembali dengan nama Mozila yang
mulai populer menggeser IE.

Tidak ada komentar:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails