Postingan

Bapak Tua

Gambar
Siang hari, suasana pelabuhan Tanjung Priok ini sungguh sangat menyengat. Panas dan gersang sudah merupakan cuaca yang akrab ditemui di sini. Dengan langkah malas aku menuju ke warung nasi terdekat untuk mengisi perut ini. Terlihat di sekitarku kegiatan bongkar muat di pelabuhan. Kontainer yang naik dan turun dari kapal laut, para pekerja yang sibuk mengangkut barang yang akan dikirimkan, dan para mandor yang sibuk berteriak mengatur para pekerjanya. Truk besar kecil, truk kontainer, forklift dan kendaraan lainnya yang tak hentinya berlalu lalang. Kegiatan di sini tak pernah ada kata diam. Selesai makan, aku langsung menuju kantorku. "Lebih baik aku di kantor yang sejuk daripada di luar yang sudah pasti panas dan membuat berkeringat ini." Ah, sejenak kulihat pekerja-pekerja yang tanpa komando berjalan teratur menuju sebuah kontainer. Rupanya ada perusahaan yang sedang melakukan bongkar muat gula pasir. "Pasti ini impor deh, dan yang sudah pasti ketahuan ruginya dalah p...

Lontong Isi

Gambar
Cerita saya terinspirasi dari kegiatan saya pergi bekerja sehari-hari menggunakan kereta api kelas Ekonomi Bekasi – Jakarta Kota. Letak kantor yang cukup jauh membuat kereta jadi satu-satunya pilihan kendaraan yang `serba lebih'; lebih cepat, lebih irit, lebih lancar, meski ada lebih lainnya yang tidak menguntungkan; lebih desak-desakan, lebih rawan pencopet, lebih banyak laki-laki iseng, dan lebih nyebelin kalau ternyata keretanya telat, atau bahkan mati di tengah-tengah jalan. Tapi topik cerita saya bukan membahas tentang kereta api kelas ekonomi ini. Pagi ini, saya melihat seorang nenek yang sudah renta duduk bersandar pada salah satu tiang penyangga stasiun.Bajunya kumal dan lusuh. Ia hanya diam, di depannya tidak ada kaleng atau wadah apapun untuk menaruh uang. Bisa saya artikan, ia tidak sedang meminta-minta. Walau begitu, ada saja orang yang menjejalkan uang ke tangan sang nenek, lalu nenek itu mengucapkan terima kasih. Entah keinginan dari mana, saya menghampiri nenek ...

Berani Mengambil Resiko

Gambar
*Bila ditulis dalam bahasa Cina, kata krisis terdiri dari dua huruf. Yang satu mewakili ancaman dan yang satu lagi mewakili peluang* - *John F. Kennedy*. Resiko selalu menakutkan karena ia menawarkan seratus kemungkinan, seribu ketidakpastian dan sejuta kegagalan. Bayang-bayang ini selalu mengerikan bagi siapa saja. Tapi tahukah Anda bahwa resiko selalu menyembunyikan wajah satunya : peluang ? Peluang selalu menggoda siapa saja karena ia menjanjikan seratus kemungkinan, seribu harapan dan sejuta keberhasilan. Jangan pernah memandang koin kehidupan dari sisi resiko, tapi baliklah, maka Anda akan menemukan sisi peluang. Mampukah Anda membalik takdir Anda dari resiko menjadi peluang ? Ingat, tidak banyak orang yang berani melakukannya. Sekitar 100 tahun lalu, seorang dokter tua dari desa pergi ke kota . Setelah mengikatkan kudanya dan masuk ke dalam sebuah toko obat, dia mulai berbicara dengan pegawai muda toko obat itu. Dokter tua itu mencoba menjual sesuatu kepada pemuda it...

Proses Kehidupan

Gambar
Sebenarnya yang harus kita nikmati dalam hidup ini adalah proses. Mengapa? Karena yang bernilai dalam hidup ini ternyata adalah proses dan bukan hasil. Kalau hasil itu Allah SWT yang menetapkan. Kita hanya punya dua kewajiban, yaitu menjaga setiap niat dari apapun yang kita lakukan dan selalu berusaha menyempurnakan ikhtiar yang dilakukan, selebihnya terserah Allah SWT. Seperti para mujahidin yang berjuang membela bangsa dan agamanya, sebetulnya bukan kemenangan yang terpenting bagi mereka karena menang kalah itu akan selalu digilir kepada siapapun. Tapi yang paling penting baginya adalah bagaimana selama berjuang itu niatnya benar karena Allah dan selama berjuang itu akhlaknya juga tetap terjaga. Tidak akan rugi orang yang mampu berbuat seperti ini sebab ketika dapat mengalahkan lawan berarti dapat pahala, kalaupun terbunuh berarti bisa jadi syuhada. Ketika berjualan dalam rangka mencari nafkah untuk keluarga, maka masalah yang terpenting bagi kita bukanlah uang dari jualan ...

Musibah Situ Gintung

Gambar
Apa yang kita pikirkan ketika manusia ditegur oleh Maha Pencipta, Tidak ada yang berguna walaupun ciptaan manusia sehebat apapun Ia yang diatas yang menentukan.Foto-foto ini saya berikan pasca musibah situ Gintung.

LUKA YANG KITA BUAT

Gambar
Pagi rekan-rekan, Tampaknya suasana semakin panas, tapi tidak apa-apa namanya juga diskusi jadi wajar bila banyak perbedaan pendapat… Untuk menyejukkan suasana monggo dibaca dulu artikel di bawah ini…. Kritik sering kali menjadi musuh besar kita. Berapa banyak dari kita yang langsung bereaksi tidak sehat manakala kritik menerpa? Apa yang terjadi saat kita mengkritik? Bagaimana menyikapi kritik? LUKA YANG KITA BUAT Bayangkanlah kita menikam dada orang yang kita cintai. Saat bilah pisau itu terbenam ke dalam dadanya, ia tersedak mencoba menghirup udara, ia mencoba meraup apa yang masih bisa digapainya. Dengan liar, wajahnya menyemburkan teror dan ketakutan. Memancarkan kesakitan yang teramat sangat pedih rasanya. Ia mulai kehilangan darah, dan ia mulai mengalami shock yang parah. Ia pun terjatuh. Sekarat dan bersimbah darah. Mungkin ia masih beruntung, karena ada yang sempat mengantarnya ke rumah sakit dengan ambulan. Tapi sekalipun ia akan sembuh dari penderitaannya, dadan...

"FASTEN YOUR SEAT BELT"

Gambar
"You can't control the outer world, but You can manage yourself" Saya sangat memahami kehidupan yang kian berat dari waktu ke waktu, terlebih yang memiliki sumber daya yang terbatas. Namun saya yakin juga, bahwa kita semua akan mampu melewati masa-masa sulit ini. Seperti halnya kita telah melewati beberapa masa sulit yang hampir serupa. Pemerintah tidak mampu membendung kenaikan Harga Minyak Dunia, yang berimbas sangat dahsyat bagi kehidupan rakyat kecil. Saya tidak membela Pemerintah, karena sebenarnya Pemerintah masih bisa berbuat lebih baik, dengan meng-komunikasikan segala sesuatunya dengan lebih jelas dan juga turut prihatin dengan menunjukkan sikap toleransi kepada Rakyat (misalnya tidak naik mobil mewah/tidak tinggal di rumah mewah, atau memangkas uang tunjangan yang tidak perlu atau meningkatkan penyidikan korupsi dan hasilnya untuk membantu Rakyat atau APBN) Saya dan Anda sebagai Rakyat, hanya bisa ber-demo, tapi itupun memiliki konsekuen...